Sabtu, 27 September 2014

Cara Ganti Oli Transmisi Pada Motor Yamaha Mio

Cara Ganti Oli Transmisi Pada Motor Yamaha Mio

Oli YamalubeSelain memperhatikan oli mesin, pada motor matik juga harus mengganti secara teratur oli transmisi atau bisa juga disebut oli gardan. Secara periodik, oli transmisi harus diganti setiap 8000 km sekali. Untuk lebih mudahnya tiap 4x ganti oli mesin, 1x ganti oli transmisi. Sekedar diketahui, untuk motor mio ibu saya ini, penggantian oli mesin saya lakukan tiap 2000 km sekali. Walaupun mekanik bengkel resmi menyarankan tiap 2500 km tapi menurut saya kok terlalu lama. Lha wong oli yang 2000 km saja sudah hitam pekat.
Lalu bagaimanakah cara ganti oli transmisi? berikut ini saya coba praktekkan :
Foto-1120 Pertama, posisikan motor mio dalam keadaan standar tengah. Kedua, sediakan oli transmisinya dulu :D bisa ditebus seharga 10.500 perak. Bisa di cari di bengkel resmi atau toko sparepart terdekat. Ketiga, Buka baut pembuangan, letaknya dibawah bongkahan CVT-nya, ada baut yang menghadap kebawah, pakai kunci ring 12. Buka bautnya ke arah berlawanan jarum jam. Jangan lupa sediakan juga wadah untuk menampung oli bekasnya. Tunggu sekitar 10 menit biar oli benar-benar tidak menetes lagi. Kalau perlu, miringkan motor ke samping kiri untuk memaksimalkan pengeluaran oli.
Keempat, setelah sudah nggak ada tetesan lagi, tutup kembali baut pembuangan tersebut. Putar pakai tangan dulu sampai mentok, lalu baru pakai kunci ring 12 untuk mengencangkan. Kelima, buka baut putih yang ada diantara tromol dan shock belakang pakai tang.
Foto-1119
Foto-1121 Keenam, potong ujung botol oli transmisi pakai gunting lalu tuangkan melalui lubang masuknya di bagian atas, lalu tekan-tekan botolnya untuk melancarkan oli biar cepet masuk. Selesai, tutup kembali.

sumber : ochimkediri

Cara Ganti Oli Mesin Yamaha Mio

Cara Ganti Oli Mesin Yamaha Mio

Oli YamalubeWaah… matic Yamaha Mio punya ibu saya sudah waktunya ganti oli, ya uwes saatnya cabut ke toko oli untuk nebus oli Yamalube kemasan botol 800 ml dengan harga 31.000 perak. Untuk ganti oli mesin ini caranya cukup mudah dan nggak begitu ribet. Kebetulan toko tempat jual oli yang saya beli kemarin nggak menyediakan jasa ganti oli gratis, hanya penjualan saja, jadinya saya kerjakan sendiri dirumah. Berikut cara mengganti oli mesin yang saya praktekkan:
Pertama, Posisikan motor standar tengah lalu siapkan wadah untuk menampung oli bekas yang akan dikeluarkan dari tempat pembuangan. Kedua, Buka baut pembuangan pakai ring 12 yang letaknya di bagian bawah kiri menghadap ke samping. Putar baut pembuangan ke kiri atau melawan arah jarum jam.
Pembuangan oli mesin Yamaha mioBiarkan oli keluar sampai habis, kalau perlu miringkan motor ke kiri agar oli keluar maksimal sampai habis nggak menetes lagi. Setelah oli nggak keluar, tutup kembali baut pembuangan tersebut.
Oli keluar lewat lubang pembuanganKetiga, Buka tempat pengisian oli mesin pakai obeng min (-) yang berada di samping kanan dekat kipas mesin. Putar ke kiri atau berlawanan arah jarum jam.
Buka tempat memasukkan oli mesinKeempat, Siapkan corong untuk mengarahkan aliran oli ke dalam mesin karena kebetulan lubangnya yang sempit dan agak menjorok kebawah.  Kelima, Masukkan oli perlahan-lahan ke dalam mesin melalui corong tersebut. Selesai dan tutup kembali,
sumber : ochim kediri

Sabtu, 20 September 2014

Amin: Cara Beternak Ayam Kampung yang Baik

Amin: Cara Beternak Ayam Kampung yang Baik: http://adf.ly/s5PjR Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, a...

Amin: Cara Beternak Ayam Kampung yang Baik

Amin: Cara Beternak Ayam Kampung yang Baik: http://adf.ly/s5PjR Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, a...

Senin, 15 September 2014

Cara Beternak Ayam Kampung yang Baik

http://adf.ly/s5PjRMengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi, kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Menurut Pararto Wicaksono, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatif dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
2. Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
* 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
* 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
* 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
* 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
* 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
* 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
* 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
* 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3. Perkandangan
Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
 Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam. Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.
 4. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
* Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
* Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
* Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.
5. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
3. Melakukan vaksinasi secara teratur
4.Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
5. Manajemen pemeliharaan yang baik
6. Kontrol terhadap binatang lain.
Demikian cara beternak ayam kampong pedaging, semoga dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik